Senin, 29 Oktober 2012

cara merawat kamera


tip Cara Pemakaian dalam perawatan kamera sebagai berikut :

a. Baca buku petunjuk penggunaan atau buku instruksi manual, ada beberapa kamera digital yang mempunyai perlakuan khusus dan kondisi tertentu yang dapat menurunkan kualitas kamera, membaca buku manual adalah sebuah keharusan agar kamera anda tetap awet.
b. Kamera dibongkar setiap kali habis digunakan dan dibersihkan satu persatu dari debu, minyak, air, keringat, dll.
c. Hindari penggunaan pada kondisi ekstrim seperti suhu terlalu tinggi, terlalu rendah, hujan, terkena getaran ekstrim atau guncangan , berada dalam lingkungan medan magnet kuat, terjatuh, terpapar sinar matahari dalam waktu lama, terhempas debu atau pasir karena angin kencang.
d. Gunakan UV filter pada pemotretan diluar ruangan, selain mengurangi kotoran juga melindungi lensa dari panas dan sinar berlebih.
e. Hindarkan lensa dari cahaya matahari atau cahaya yang mengeluarkan panas secara langsung. Panas dari cahaya terhadap lensa dapat merusak lensa. Jika memotret dengan mengikutkan sumber cahaya tersebut (matahari, lampu suar, dll.), maka segera setelah memotret alihkan lensa kamera dari sumber cahaya sehingga suhu lensa dan kamera dapat turun kembali, baru kemudian memotret lagi jika masih diperlukan pengulangan.
f. Jangan mempergunakan kamera dengan tangan yang basah atau kotor
g. Keluarkan battery bila kamera tidak digunakan dalam waktu yang lama dan simpan baik-baik.



















1.  Jauhkan dari Kapur Barus
Kapur barus termasuk benda perusak yang sangat ‘ampuh’ terhadap kamera, yang dapat menyekat-nyekat kamera dan bagian kamera yang lain, yang berbahan dasar karet. Pada kamera elektronik, kapur barus bisa merusak jalur pada PCB (Printed Circuit Board), yaitu tempat chip-chip kamera terpasang dan beberapa elemen chip itu sendiri. Bahka uap kapur barus itu juga dapat menodai dan membuat ‘flek’ pada lensa.
Sebaiknya, simpanlah kamera di tempat yang kedap udara, sejuk dan kering. Jika harga lemari khusus untuk penyimpanan kamera terlalu mahal bagi anda, anda bisa mencari media penyimpanan alternatif sebagai penggantinya. Seperti misalnya, anda dapat menyimpan kamera dalam stoples yang tertutup rapat dan di dalamnya diberi silica gel, untuk menyerap kelembabannya.
Atau, anda bisa juga menyimpannya dalam lemari yang telah diatur sirkulasi udara dan kelembabannya. Caranya, dengan memasang lampu berkekuatan 5 watt dan diletakkan pada jarak kurang lebih 40 cm di atas kamera dan perlengkapan yang lainnya. Jangan lupa untuk membuka pembungkus kamera dan membersihkannya dari debu sebelum menyimpannya.
Ingat, kerusakan kamera yang diakibatkan oleh kapur barus biasanya tak bisa diperbaiki lagi. Maka, jangan sekali-kali menyimpan kamera di dalam lemari apapun yang telah diisi kapur barus atau kamper pengharum pakaian.

2. Hindari Kontak Langsung dengan Sinar Matahari
Jagalah kamera agar jangan sampai terjemur atau terkena cahaya matahari secara langsung dan berlebihan. Panas yang tinggi dapat merusak bagian-bagian kamera yang terbuat dari plastik dan karet, serta komponen elektronik yang lainnya.

3. Jagalah dari Goncangan yang Berlebihan
Jangan lupa untuk menaruhnya di dalam tas khusus kamera, guna menghindari guncangan yang berlebihan dengan lingkungan luar maupun benturan antar peralatan. Taruhlah kamera di tempat yang aman dan tahan terhadap guncangan.
4.Bersihkan Kamera dan Lensa
Sebaiknya kamera dibersihkan seminggu sekali atau secara teratur dan berkala. Untuk bagian luar fisik kamera, gunakan lap kering yang bersih dan tak kasar. Sedangkan untuk bagian dalam dan elemen-elemen kecilnya, gunakan blower atau peniup yang banyak dijual di toko kamera. Selain blower, juga bisa digunakan kuas berserabut halus, yang belum pernah dipergunakan pada benda yang lain.
Untuk membersihkan lensa yang terkena noda, misalnya terkena jari yang berminyak atau air keringat dari pemakai, pakailah tissue khusus yang banyak dijual di took

5.Hindari Goresan pada Lensa
Untuk menghindari goresan, sebaiknya lensa mempunyai filter ulir yang terpasang permanen di bagian depannya. Filter yang umum menjadi pelindung adalah jenis filter UV (Ultra Violet) atau filter skylight. Sedangkan untuk menghindari goresan di bagian belakang lensa, usahakan selalu memasang ‘bodycup’ penutup saat lensa dilepas dari badan kamera.

6.Hindari Air Laut
Jika anda menggunakan kamera di pantai, jagalah agar kamera tak terkena air laut atau bahkan jatuh ke dalamnya. Air laut sangat jahat dan penyebab karat yang potensial terhadap kamera ataupun perangkat elektronik yang lainnya. kecuali yang memang dirancang untuk bisa beradaptasi dengannya.
Sehabis digunakan di daerah pantai, pembersihan kamera wajib dilakukan sesegera mungkin. Uap air laut seringkali meninggalkan butir-butir garam yang menyebabkan karat pada kamera. Jika suatu saat, tanpa sengaja kamera anda tercebur ke dalam air laut, langsung rendam kamera anda ke dalam air tawar, kemudian bilaslah berkali-kali untuk menghilangkan bekas-bekas air laut.
Proses pengrusakan oleh air laut berlangsung sangat cepat dan dalam hitungan menit setelah tercebur, sehingga bila pembilasan air ini tidak dilakukan sesegera mungkin, kamera yang tercebur ke dalam air laut tak akan bisa diselamatkan. Setelah dibilas hingga bersih dari air laut, bawa segera ke ahli servis kamera untuk membersihkannya dan mengeringkan kamera tersebut.

7.Service di Tempat Terpercaya atau Resmi
Secara berkala, dalam kurun waktu tertentu, sebaiknya kamera digital diservis ke tempat khusus, terpercaya dan malah lebih bagus yang resmi. Jangan tunggu kamera rusak kemudian baru diservis. Servis yang dimaksud adalah ‘servis besar’, yang meliputi pembersihan bagian dalam kamera, seperti pembersihan lensa dari jamur yang menempel atau juga penyesuaian setelan-setelan utama kamera.
Jangan terlampau sering mencuci lensa atau membersihkan bagian dalamnya bila berjamur. Kaca lensa begitu peka. Makin sering dibersihkan, dapat mengakibatkan mutu gambar akan menurun. Untuk menjaga dan merawatnya, sebaiknya jangan disimpan di lemari pakaian anda, karena hal itu akan berpotensi mengundang jamur yang menempel di lensa bagian dalam kamera.
















Berikut beberapa tips dalam perawatan camcorder diantaranya:
- Kasetnya tidak boleh dibiarkan tersimpan lama didalam camcorder ketika sedang tidak digunakan. Hal ini untuk menghindari terjadinya penempelan pita pada headnya.
- Jangan simpan camcorder Anda di tempat yang lembab, karena ditempat yang lembab terdapat udara yang mana kadar udaranya cenderung mngundang tumbuhnya jamur sehingga dapat mengganggu Head serta mekanik lainnya.
- Baterai tidak boleh dibiarkan menempel pada camcorder dalam jangka waktu lama bila sedang tidak dipergunakan.
- Jangan meninggalkan camcorder Anda di dalam kendaraan pada saat udara panas (ditempat parkir dibawah terik matahari).
- Bersihkanlah sesekali waktu Head camcorder Anda dengan menggunakan cleaning head bisa dilihat disini...!!!, agar pada saat dipergunakan tidak mengganggu aktifitas recording Anda.
- Berikan beberapa anti lembab seperti silica gel bisa dilihat disini...!!! bila disimpan didalam tas camcorder, agar lensa & mekanik didalamnya terhindar dari tumbuhnya jamur yang dapat mengganggu operational pada saat recording.
- Menyimpan camcorder dalam ruang tertutup seperti dalam tas dapat meminimalisir masuknya debu, kotoran serta helai bulu yang dapat menempel pada unit maupun mekanik didalamnya.
- Hindari penggunaan tissue biasa, kaos baju, alkohol atau bahan lainnya yang tidak dikhususkan untuk perawatan camcorder.
- Bersihkan camcorder dan lensa secara teratur, khususnya setelah dipergunakan.
- Matikan camcorder secara manual bila tidak dipergunakan jangka waktu lama, daripada secara automatic hal ini berguna untuk memperpanjang umur baterai.
- Bersihkan tangan Anda dari kotoran bila ingin memakai/menggunakan camcorder.
















Bagi anda yang bekerja di dunia perfileman atau pertelefisian Kamera video merupakan salah satu peralatan broadcast yang penting dalam pengambilan gambar agar kamera video yang anda pakai dapat mengambil gambar dengan baik tentunya di butuhkan perawatan yang baik, berikut ini ada beberapa tahap perawatan kamera anda:
1. Jangan tingalkan kaset di dalam camcorder Anda saat tidak digunakan.
Kaset bisa menyebabkan gesekan dan hal ini bisa mengakibatkan masalah
pada proses merekam dan memutar

2. Jangan memasukkan kaset vid...eo
dalam kondisi benar-benar dingin. Pelembab dari udara yang hangat dapat
membut kaset menempel pada bagian drum sehingga merusak kaset dan dapat
merusak video head

3. Jangan meninggalkan baterai di dalam
camcorder saat tidak digunakan. Beberapa camera menarik energi baterai
dalam jumlah kecil, namun konstan sehinga dapat menghabiskan baterai

4. Jangan meninggalkan kaset camcorder di dalam mobil yang terkena udara panas

5.
Jangan menaruh label pada kaset camcorder dimana label ini kemungkinan
berlawanan dengan pembuka pintu kaset. Hal ini dapat menyebabkan kaset
menyangkut di dalam kamera

6. Rawat handycam Anda dengan menyerahkannya pada teknisi untuk membersihkan tape head saat kotor.












Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kamera DSLR :

1. Perhatian terhadap bodi kamera
Kamera DSLR yang utama adalah bodi kamera karena merupakan bagian terluar yang menonjol dan sering digunakan, untuk itu bersihkan bagian luar bodi dengan kain lembut serta gunakan blower untuk menyingkirkan debu yang nempel pada bagian disetiap bodi. Setelah itu menggunakan blower brush untuk kotoran yang agak sulit dibersihkan, perhatikan juga bagian dengan me-lock up mirror ke atas jika ingin memblower bagian sensor tap ingat bagian sensor adalah bagian yang sangat sensitif jangan sembarang jika anda tidak paham betul.

2. Perawatan lensa
mempunyai lensa dengan berbagai ukuran jangan sekali-kali menyentuh bagian optik lensa dengan menggunakan jari hal itu akan menimbulkan bekas, untuk itu gunakan selalu filter pelindung serta pakai lens hood. Jika tidak digunakan selalu perhatikan bagian lensa tutup lensa sehingga setidaknya dapat mengurangi debu menempel hingga terjadi jamur, bersihkan lensa dengan menggunakan blower untuk menyingkirkan debu setelah itu gunakan lens brush lalu lens cloth jika terdapat noda pada lensa.

3. Baterai
Untuk perawatan dari bagian baterai tidak terlalu menyulitkan hanya saja jangan mencharger batarai secara berleihan, cabut segera jika sudah penuh serta jika kamera tidak digunakan cabut baterai untuk tidak menimbulkan kelembaban dan gunakan baterai original.

4. Memori Card
Jika tidak digunakan sebaiknya memori card dilepas dan tempatkan pada tempatnya, untuk mengindari kerusakan akibat debu yang menempel serta terhindar dari benda bermedan magnet, hal ini dilakukan untuk lebih awet dalam menggunakan kartu memori.

5. Penyimpanan kamera
Kamera seperti DSLR itu harus disimpan dalam udara sejuk untuk terhindari dari kelembaban, atau jika mempunyai dana lebih perlu memiliki drybox yaitu wadah yang mampu mengatur kelembaban dalam menyimpan kamera DSLR. Atupun cara yang mudah dengan menyimpan dalam kantung plastik berklip serta berikan silica gel didalamnya taruh ditempat kering serta sejuk dan jauhkan dari benda bermagnet.







Berikut ini adalah beberapa tips perawatan kamera, agar kamera bisa berfungsi dengan baik dan maksimal serta berumur panjang :

• Jauhkan dari Kapur Barus
Kapur barus termasuk benda perusak yang sangat ‘ampuh’ terhadap kamera, yang dapat menyekat-nyekat kamera dan bagian kamera yang lain, yang berbahan dasar karet. Pada kamera elektronik, kapur barus bisa merusak jalur pada PCB (Printed Circuit Board), yaitu tempat chip-chip kamera terpasang dan beberapa elemen chip itu sendiri. Bahka uap kapur barus itu juga dapat menodai dan membuat ‘flek’ pada lensa.
Sebaiknya, simpanlah kamera di tempat yang kedap udara, sejuk dan kering. Jika harga lemari khusus untuk penyimpanan kamera terlalu mahal bagi anda, anda bisa mencari media penyimpanan alternatif sebagai penggantinya. Seperti misalnya, anda dapat menyimpan kamera dalam stoples yang tertutup rapat dan di dalamnya diberi silica gel, untuk menyerap kelembabannya.
Atau, anda bisa juga menyimpannya dalam lemari yang telah diatur sirkulasi udara dan kelembabannya. Caranya, dengan memasang lampu berkekuatan 5 watt dan diletakkan pada jarak kurang lebih 40 cm di atas kamera dan perlengkapan yang lainnya. Jangan lupa untuk membuka pembungkus kamera dan membersihkannya dari debu sebelum menyimpannya.
Ingat, kerusakan kamera yang diakibatkan oleh kapur barus biasanya tak bisa diperbaiki lagi. Maka, jangan sekali-kali menyimpan kamera di dalam lemari apapun yang telah diisi kapur barus atau kamper pengharum pakaian.

• Hindari Kontak Langsung dengan Sinar Matahari
Jagalah kamera agar jangan sampai terjemur atau terkena cahaya matahari secara langsung dan berlebihan. Panas yang tinggi dapat merusak bagian-bagian kamera yang terbuat dari plastik dan karet, serta komponen elektronik yang lainnya.

• Jagalah dari Goncangan yang Berlebihan
Jangan lupa untuk menaruhnya di dalam tas khusus kamera, guna menghindari guncangan yang berlebihan dengan lingkungan luar maupun benturan antar peralatan. Taruhlah kamera di tempat yang aman dan tahan terhadap guncangan.
• Bersihkan Kamera dan Lensa
Sebaiknya kamera dibersihkan seminggu sekali atau secara teratur dan berkala. Untuk bagian luar fisik kamera, gunakan lap kering yang bersih dan tak kasar. Sedangkan untuk bagian dalam dan elemen-elemen kecilnya, gunakan blower atau peniup yang banyak dijual di toko kamera. Selain blower, juga bisa digunakan kuas berserabut halus, yang belum pernah dipergunakan pada benda yang lain.
Untuk membersihkan lensa yang terkena noda, misalnya terkena jari yang berminyak atau air keringat dari pemakai, pakailah tissue khusus yang banyak dijual di toko

• Hindari Goresan pada Lensa
Untuk menghindari goresan, sebaiknya lensa mempunyai filter ulir yang terpasang permanen di bagian depannya. Filter yang umum menjadi pelindung adalah jenis filter UV (Ultra Violet) atau filter skylight. Sedangkan untuk menghindari goresan di bagian belakang lensa, usahakan selalu memasang ‘bodycup’ penutup saat lensa dilepas dari badan kamera.

Hindari Air Laut
Jika anda menggunakan kamera di pantai, jagalah agar kamera tak terkena air laut atau bahkan jatuh ke dalamnya. Air laut sangat jahat dan penyebab karat yang potensial terhadap kamera ataupun perangkat elektronik yang lainnya. kecuali yang memang dirancang untuk bisa beradaptasi dengannya.
Sehabis digunakan di daerah pantai, pembersihan kamera wajib dilakukan sesegera mungkin. Uap air laut seringkali meninggalkan butir-butir garam yang menyebabkan karat pada kamera. Jika suatu saat, tanpa sengaja kamera anda tercebur ke dalam air laut, langsung rendam kamera anda ke dalam air tawar, kemudian bilaslah berkali-kali untuk menghilangkan bekas-bekas air laut.
Proses pengrusakan oleh air laut berlangsung sangat cepat dan dalam hitungan menit setelah tercebur, sehingga bila pembilasan air ini tidak dilakukan sesegera mungkin, kamera yang tercebur ke dalam air laut tak akan bisa diselamatkan. Setelah dibilas hingga bersih dari air laut, bawa segera ke ahli servis kamera untuk membersihkannya dan mengeringkan kamera tersebut.

Service di Tempat Terpercaya atau Resmi
Secara berkala, dalam kurun waktu tertentu, sebaiknya kamera digital diservis ke tempat khusus, terpercaya dan malah lebih bagus yang resmi. Jangan tunggu kamera rusak kemudian baru diservis. Servis yang dimaksud adalah ‘servis besar’, yang meliputi pembersihan bagian dalam kamera, seperti pembersihan lensa dari jamur yang menempel atau juga penyesuaian setelan-setelan utama kamera.
Jangan terlampau sering mencuci lensa atau membersihkan bagian dalamnya bila berjamur. Kaca lensa begitu peka. Makin sering dibersihkan, dapat mengakibatkan mutu gambar akan menurun. Untuk menjaga dan merawatnya, sebaiknya jangan disimpan di lemari pakaian anda, karena hal itu akan berpotensi mengundang jamur yang menempel di lensa bagian dalam kamera.










Di sini, saya akan menjelaskan bagaimana cara merawat kamera digital yang baik.
Di bawah ini ada beberapa tips-tipsnya :
1. Hindari kontak langsung dengan sinar matahari.
Jagalah kamera digital anda jangan sampai terjemur atau terkena sinar matahari secara langsung dan berlebihan. Sebab panas yang tinggidapat merusak bagian-bagian kamera yang terbuat dari plastic dan karet serta komponen elektronik yang lainnya.
2. Jagalah kamera digital anda agar terhindar dari goncangan yang berlebihan.
Jangan lupa menaruhnya dalam taskhusus kamera, guna menghindari guncangan yang berlebihan dengan lingkungan luar maupun benturan antar peralatan.
3. Bersihkan kamera dan lensa.
Sebaiknya kamera dibersihkan seminggu sekali atau secara teratur dan berkala. Untuk bagian fisik kamera gunakan lap kering yang bersihdan tak kasar. Sedangkan bagian dalam dan elemen-elemen kecilnya, gunakan blower atau peniup yang banyak dijual ditoko kamera.
4. Hindari goresan pada lensa.
Untuk menghindari goresan, sebaiknya lensa mempunyai filter ulir yang terpasang permanent dibagian depannya. Filter yang umum menjadi pelindung adalah jenis filter UV (ultraviolet) atau filter skylight. Sedangkan untuk menghindari goresan dibagian belakang lensa usahakan selalu memasang bodycup penutup saat lensa dilepas dari badan kamera.
5. Hindari Air laut.
Air laut sangat jahat dan penyebab karat yang potensial terhadap kamera atau perangkat elektronik lainnya. Kecuali yang dirancang khusus untuk air laut. Jika suatu saat, tanpa sengaja kamera anda tercebur kedalam air laut maka langsung rendam kamera anda kedalam air tawar, kemudian bilaslah berkali-kali untuk menghilangkan bekas air laut. Kemudian dibawa segera ke ahli servis kamera untuk membersihkannya.
6. Jagan terlampau sering membersihkan lensa atau membersihkan bagian dalamnya bila berjamur. Karena kaca lensa begitu peka. Sebab semakin sering juga dibersihkan dapat mengakibatkan mutu gambar kurang baik.
7. jangan menyimpannya didalam lemari pakaian. Karena hal itu dapat mengundang jamur yang menempel pada lensa bagian dalam kamera.
8. Waspadai kapur barus.
Sebab kapur barus merupakan perusak yang paling ampuh terhadap kamera , yang dapat menyeka-nyeka kamera dan bagian kamera yang lain yang berbahan dasar karet.
Pada kamera elektronik kapur barus dapat merusak jalur pada PCB (Printed Circuit board) yaitu tempat chip-chip kamera terpasang dan beberapa elemen chip itu sendiri. Bahkan uap kapur barus itu juga dapat menodai dan membuat flek pada lensa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar